Rabu, 15 Juni 2011

Resensi Buku "THE JOURNEYS, Kisah Perjalanan Para Pencerita"


The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita berisi 12 tulisan perjalanan dari 12 orang penulis yang memiliki latar belakang berbeda. Mulai dari penulis komedi, penulis skenario, novelis, hingga yang memang berprofesi sebagai travel writer.
Latar belakang berbeda ini membuat kisah-kisah yang dihadirkan pun memiliki sudut pandang beragam; yang terasa manis, menyentuh, hingga membuat terbahak. Dari birunya laut Karimunjawa, gemerlap New York City, keriaan sebuah pasar pagi di Lucerne, sudut rumah sakit jiwa di Singapura, damainya Shuili, cantiknya Andalusia, warna-warni Senegal, cerita kepercayaan setempat di Soe, mencari parfum impian di Mekah, kisah sebotol sambel yang harus dibawa sampai Utrecht, upaya melipir ke Tel Aviv, hingga fakta tak disangka di balik free traveling.
Perjalanan adalah sebuah proses menemukan. ‘It’s better to travel well than to arrive,’ kata Buddha. Dan The Journeys mengajak siapa pun menemukan kisahnya sendiri. Sesederhana apa pun itu.


.::
saya berharap menjumpai banyak kisah semacam "behind the scenes" dari perjalanan masing-masing penulis. Kisah lain dan Cerita unik dari yang biasanya mereka tulis dalam karyanya. Sudut pandang pribadi penulis mengenai tempat yang dikunjunginya karena saya yakin tempat sama bisa menghasilkan kesan yang berbeda tergantung pengalaman masing-masing Sebagian besar kisah di buku ini memang memberikan kesan personal para pencerita namun beberapa kisah terasa datar. Cerita menjadi biasa saja karena terlalu banyak memberikan ulasan umum tempat yang dikunjungi tersebut. Saya pikir di era mudahnya akses informasi, pengetahuan umum tentang lokasi bisa mudah didapat dengan internet, atau dari buku travel guide seperti biasanya
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar